Oleh: hudaesce | 14/11/2012

Ketika hati berdesir desir

“Ketika hati berdesir-desir, Candamu..Senyummu..,Hanya mampu kupandang lewat angan..,Namun hasrat jiwa kian tegar menahan harap yang terus mendekap …aku ingin melangkah jauh..Jauh dari hingar desir rindu…lari dari sang bayu yang kian melaju..Membawa gelora pasrah..Berat hati lidahpun kelu….Aku letih….,Aku penat..”


Responses

  1. dalem puisinya🙂

    • kayak sumur za, dalem..,😛

      • sumur hati🙂

      • :mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: