Oleh: hudaesce | 04/06/2011

Reformasi pengelolaan sumber daya alam

Image source : sragenkab.go.id

Reformasi pengelolaan sumber daya alam emang sudah saatnya dilakukan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam melakukan pelestarian alam dan lingkungan hidup. ketika pemerintah berfoya-foya dengan sumber daya alam yang ada, sebenarnya pada saat yang sama mereka telah bunuh diri.

Perluasan kebun sawit di beberapa daerah, seperti yang terjadi dikalimantan dan sumatera, menjadikan sebuah pilihan yang sulit bagi pemerintah daerah. pada satu sisi menguntungkan karena bisa meningkatkan ekspor, namun perluasan yang tidak terkendali secara tidak langsung dapat merusak lingkungan.

Salah satu yang menjasi persoalan utama adalah adanya masalah dalam keanekaragaman hayati, dimana kita belum mengetahui berbagai kekayaan dan manfaat hutan, Hutan itu sendiri telah raib berganti dengan perkebunan sawit yang maha luas. belum lagi masalah lain yang muncul dengan adanya perkebunan sawit adalah makin berkurangnya fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, Air yang seharusnya tertahan ditanah karena keberadaan hutan mulai terusik,kini menjadi mudah mengalir ke sungai dan kelaut hingga memunculkan bencana banjir banjir yang sangat dan merugikan.

Di Kalimantan, setelah hutan habis dibabat. sejumlah pejabat daerah ikut andil dalam menguras habis sumberdaya alam lainnya, yaitu batu bara. sebagai contoh Samarinda (Ibukota provinsi Kaltim) tanahnya habis dikapling-kapling untuk pertambangan batubara, dari luas Kota Samarinda yang 71.823 Ha, lebih dari separuhnya (38.814 Ha) kini berupa areal pertambangan milik  34 Perusahaan.

Selama 7 Tahun terakhir, sebanyak 1.180 izin kuasa pertambangan terbit di Kaltim dengan Konsesi tambang dengan 3,1 Juta Ha. izin tambang itu kebanyakan tidak dilaporkan ke Provinsi, tetapi dibisniskan oleh kalangan tertentu.

Image source : intiberita.com

Khusus untuk kaltim, perusahaan-perusahaan bermasalah semestinya harus segera ditertibkan. sebab banyak yang tidak melaporkan rencana kelola lingkungan ke Badan pengendalian Dampak lingkungan Hidup. Saya yakin, Samarinda hanyalah sebagian dari salah satu contoh dimana kepala daerah seperti raja-raja kecil yang tanpa kendali memberikan  izin kuasa pertambangan.

Pengendalian lingkungan

Reformasi pengelolaan sumber daya alam emang sudah saatnya dilakukan dengan segera mungkin oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, meskipun pada dasarnya pemerintah daerah emang dihadapkan pada situasi yang sulit karena pada saat yang bersamaan harus mendapatkan pemasukan. Tapi satu hal yang mesti diingat, pemikiran sesaat dengan mengeksploitasi sumber daya alam hanya akan memberi manfaat jangka pendek.

Jika tidak ada Reformasi pengelolaan sumber daya alam, sebenarnya kita mewariskan masalah yang besar kepada anak cucu kita. tidak hanya krisis air, tetapi krisis pangan dan krisis sumber daya alam lainnya. Para pemimpin harus menyadari bahwa “pesta pora” itu pasti akan berakhir. Sudah saatnya kita harus memikirkan anak cucu kita kelak, bukan malah mewariskan hutan yang gundul, konflik dan kelaparan.

SELAMAT HARI LINGKUNGAN HIDUP 2011 !!!!!!! 

Semoga kita benar-benar bisa melakukan sebuah aksi nyata dalam menyelamatkan alam dan lingkungan Hidup, Let’s Go Green ……..,

Referensi : Kompas.com

NB : Tulisan ini untuk menjawab tantangan dari Bang Alamendah untuk membuat postingan yang terkait dengan Hari Lingkungan Hidup.  yang akan diperingati besok tanggal 5 Juni 2011.


Responses

  1. Terima kasih telah menjawab “Tantangan untuk Para Blogger”.

    Sebelum itu semua mungkin kita terlebih dahulu harus melakukan reformasi sikap dan cara pandang kita akan sumber daya alam pada setiap pribadi kita masing-masing.

    >>>Nitip pesan buat semua:
    Saya ada tantangan buat para blogger Indonesia, ki. Yang siap bisa langsung ceck TKP di blog saya (alamendah.wordpress.com/2011/06/03/tantangan-untuk-para-blogger-indonesia/)

    • Yaps…,setuju Bang, segala sesuatunya tu emang kudu dimulai dari diri kita sendiri dulu. 🙂

      • wah boleh tuh … cba ah… keknya mantap..🙂

  2. kasian anak cucuku nanti bang….😦

    go green go green

    • maka dari itu Kang, yuk kita sama-sama menjaga keutuhan alam serta ikut serta dalam hal pelestarian lingkungan. 🙂

  3. […] Hudaesce (21.38); Reformasi pengelolaan sumber daya alam […]

  4. wah sarat data. tulisan yang panjang dan menarik. walau saya gak percaya climate change-nya al gore, saya tetap berkewajiban menjaga alam untuk masa depan generasi berikutnya

  5. apakah reformasi harus menghancurkan hutan tanpa pembaharuan

    salam dari pamekasan madura

  6. Go green…
    Go green…
    Go green…

    Sudah kah anda menanam Pohon???

  7. wah nulis buat hari lingkungan hidup juga ya🙂

  8. sebuah bukti kepedulian blogger pada lingkungan
    tulisan yang menggugah kesadaran kita
    semoga menjadi spirit tiada akhir
    selamat hari lingkungan hidup…

    sedj

  9. Sudah saatnya kita peduli pada alam yg telah memberi manfaat bagi kelangsungan hidup kita, minimal lakukan utk lingkungan rumah dg menanam pohon di sekitar rumah kita..

  10. Wah tulisanx bgs banget Mas. Bisa nambah wawasan. Oia, aku jg punya postingan yg sejenis kaya punya Mas, sy akan mrasa trhormat jika mau dikomentari atau dberi saran, soalx aku baru belajar menulis. Makasih sblumx, ini Linkx: http://imamuhidate.blogspot.com/2012/06/indonesia-ujung-tombak-green-blue.html


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: