Oleh: hudaesce | 14/12/2010

Budaya jawa yang kian Langka

Source image : qact.wordpress.com

 

Sungguh fenomena yang sangat ironis sekali , Bahwa sebuah Negara yang terkenal akan kekayaan Budaya yang sangat menarik dan eksotis  ini harus menerima kenyataan bahwasanya kekayaan Budaya yang seharusnya menjadi simbol identitas kebanggan  suatu bangsa bukannya dijaga dan dilestarikan melainkan malah semakin dilupakan bahkan ditinggakan.

dan itulah yang aku rasakan saat ini,  kebanyakan dari masyarakat atau bahkan mungkin kita sendiri mulai sedikit demi sedikit kurang menghargai budaya yang notabene nya adalah kebudayaan milik kita sendiri, Bangsa Indonesia.

Sebagai contoh kecilnya,  saat  ini banyak sekali kita temui bahwa anak-anak, remaja dan tidak sedikit juga orang tua yang tidak lagi menggunakan bahasa jawa dalam kegiatan interaksi nya sehari-hari. bahkan yang lebih memprihatinkan lagi para Orang tua saat ini lebih suka mengajarkan Bahasa Indonesia kepada anak-anaknya daripada Bahasa jawa (kromo alus, kromo inggil dll). Sebagaimana yang aku kutip dari Alamendah’sBlog Bahwa guru besar ilmu bahasa Universitas Indonesia (UI), Multamia Lauder, (2007) mengatakan sebanyak 713 bahasa derah di Indonesia terancam punah. Bisa jadi malah 10-20 Tahun kedepan bahasa jawa ini tidak digunakan lagi, gara-gara kita yang malu berinteraksi sosial dengan bahasa lokal ini karena dikira kita kuper alias katrok.

Bukan hanya dalam hal Bahasa Adat saja yang mulai dilupakan, namun dalam segi bangunan pun sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan. Coba saja kita tengok bangunan Rumah adat jawa ( Joglo, Limasan) yang sudah terasa sangat jarang sekali kita temui  saat ini. karena masyarakat lebih menyukai bangunan yang bergaya arsitektur  Eropa daripada bangunan yang   mengandung  warisan seni budaya jawa tersebut.

source image : mading.smklabor.sch.id

Kalau kita mau melihat lebih dalam lagi sebenarnya masih sangat banyak budaya kita yang mulai dilupakan dan ditinggalkan.  Sebagaimana kita yang lebih mengerti dan memahami tontonan TV seperti Spiderman, Batman, Dll daripada tontonan semacam wayang, ludruk, dan ketoprak.

Seharusnya kita harus bangga dengan budaya yang kita miliki saat ini, Bukankah sudah kita ketahui bersama bahwa tidak sedikit orang barat yang mengagumi Budaya kita  namun kenapa kita malah  banyak yang  meninggalkan budaya kita sendiri  dan malah ikut budaya barat.   padahal  Pada saat lainya orang  barat sweperti kanada, jerman, Polandia, Jepang, Australia banyak yang belajar tentang budaya kita  termasuk diantaranya gamelan jawa dan tembang-tembang jawa.

Saya Sepakat jika Budaya itu harus berkembang sesuai dengan peradaban dan kemajuan teknologi serta harus mengalami proses akulturasi. Namun juga harus diingat bahwa kita bisa menjadi bangsa yang Besar dan berkarakter itu karena warisan Budaya lokal yang kita miliki. So, sudah menjadi kewajiban kita tuk  melindungi dan melestarikan Warisa Budaya kebanggaan kita, dan jangan sampai  Kebudayaan kita diakui Oleh bangsa lain  baru kita mengerti dan memahami akan pentinganya melestarikan Warisan Budaya Bangsa.

 


Responses

  1. bangga dengan REOG-ku di atas:mrgreen:

    • Jangan hanya bangga za dong, ikut melestarikannya juga nggak ???? nyatanya kemaren diakui milik tetangga kita tuh, hayo……..,bagaimana ??? :mrgreen:

      • mereka cuma ngaku2 doank…

        buktinya tiap tahun kita masih merayakan Festival Reyog Nasional😀

      • Saya malah sama sekali belum pernah liat kesenian Reog, 😦

      • mudah2an suatu saat nanti bisa lihat, dan mampir ke tempatku…
        untuk mempererat silaturahmi kita…

        niat yg baik pasti akan dipermudah oleh-NYA. amin..

  2. mari lestarikan budaya bangsa…. ::gampang diucapkan::

    • Yuuuk………., 🙂

  3. ucapan utk melestarikan budaya bangsa memang mudah ya Huda,
    namun belum sampai pd kenyataan…
    ketika nanti ada negara lain yg mengaku2 budaya kita, barulah kita semua kebakaran jenggot, …..ironis….😦
    salam

    • Ya, itulah kita bunda. malas melestarikan namun jika diakui bangsa lain barulah kita marah dan serta melakukan tindakan anarkis sana-sini, wajar za sih sebenernya. Tapi seNggaknya kita juga harus Intropeksi diri serta melihat lebih dalam menganai diri kita juga. 🙂

  4. ehmm…ehhhmm…
    anu….

    *bingung mo comment apaan*

  5. Jujur saya termasuk orang yang ga bisa ngomong Jawa. Ortu saya kelahiran Jakarta. Kalau ditanya saya orang apa, saya selalu bilang saya orang Jakarta. Karena saya malu, nanti ngaku-ngaku orang Jawa tapi ndak bisa ngomong Jawa. Tapi bukan berarti saya tidak cinta Jawa. Kadang, saya mencari sendiri sisi Ke-Jawa-an saya, mencoba menghafal aksara Jawa, nama pasaran Jawa, dll. Saya pun bermimpi utk bisa tinggal di suatu daerah di Jawa suatu saat nanti. Dan bukan Jawa saja, saya juga mencintai semua budaya Indonesia. Saya suka masakan Indonesia, saya suka baca folklor daerah Indonesia. Saya suka belajar antropologi Indonesia.

    • Usaha yang sangat bagus sekali Brow, dengan mencintai dan mempelajari budaya bangsa berarti kita ikut serta dalam melestarikan budaya kita. 🙂

  6. Budaya kita pada ilang karna banyak dari kita yang malu kalo makai budaya sendiri.. alias lebih bangga budaya penjajah.. *menurutku

    • Sikap semacam itulah yang harus segera kita hilangkan. Orang barat za bangga dengan budaya kita, kenapa kita malah malu dengan budaya kita. 😀

  7. salut untuk Jepang yang selalu menjaga budaya yang dimilikinya,,
    mungkin karena Indonesia terlalu banyak budayanya kali yaaa,
    disitulah sebenarnya tantangannya..

    • bener sekali Mbak, kita tu harus banyak belajar dengan Negara matahari terbit tersebut, tentang bagaimana menjaga Budaya warisan leluhur.

      Semakin banyak budaya menjadikannya semakin malas tuk melestarikannya. Huuft…..,Ironis sekali, 😦

  8. Jujur saja Mas,
    Kalau nonton wayang kulit makin lama makin bosan…
    Ceritanya mboseni.
    Yang menarik justru yang jualan makanan…
    Selain itu durasi waktunya juga berjam-jam…
    Padahal Mbah saya dulu punya 3 set wayang kulit lho, tapi nggak ada yang meneruskan.

    • iya juga sih pak, emang kenyataanya juga kayak gitu. Tapi kalo jalan cerita wayang diganti seperti jalan cerita yang ada di Opera Van Java juga malah keliatan akan lebih kaco juga to. 😆

      Ngomong2 soal 3 set wayang kulitnya tu terus gimana pak, apa nasibnya sekarang ni cuman jadi pajangan za tuh.

  9. Untung aku masih memakai bahasa jawa, malah bangga dibilang medok, heeeeee

    Untung pula JTV masih suka nyetel siaran berita berbahasa daerah,ini kan wujud melestarikan budaya🙂

    • Yaps…., saestu leres sanget kados ngoten niku mbak, mungkin kalo semua Stasiun TV menyediakan sedikit saja waktunya tuk siaran atau sekedar memberi tontonan yang sifatnya semacam kedaerahan mungkin tu Usaha yang lebih baik menuju pelestarian Budaya. 😀

  10. Saya kagum sama bangsa China. Di manapun mereka, budaya mereka (bahasa, tradisi, arsitektur) selalu diajarkan dan diwariskan kepada generasi penerus.

    • tumben mas Alam nggak mengamankan🙄

    • Yaps…, Betul sekali dan leres sanget niku Bang. kita harus banyak belajar dengan bangsa cina nih, 🙂

  11. aku baru akan menulis ttg wayang, tapi belum sempat
    baca ini dulu deh hihihi: http://imelda.coutrier.com/2009/01/07/how-jawa-are-you/
    well, aku tidak bersuku, tidak berbahasa Jawa meskipun ngerti. Tapi aku berusaha melestarikan kebudayaan Indonesia…tentu saja semampuku

    EM

    • Melestarikan Budaya jawa yuk, 🙂

  12. saya orang jawa asli, bisa bahasa jawa tapi ngoko tapi sayangnya saya nggak suka kesenian wayang ^^ soalnya ra mudeng.. hehe

    salam kenal, mas…

    • Salam kenal juga Mas, Thanks tuk Kunjungannya di Blog yang amat sangat sederhana ini,

      Wah……,mungkin itu bisa dijadikan Referensi tuk pak Dalangnya mungkin, dengan mengganti alur cerita wayang yang kayak biasanya menjadi sebuah cerita dengan lakon Spiderman kali ya, biar kita juga pada mudeng kalo nonton. 😆

  13. Mas, sy ini guru bahasa inggris, tapi dalam keseharian tetep anak-anak saya saya kondisikan berbahasa jawa. Saya sendiri juga heran, nampaknya orang tua zaman sekarang nampak lebih bangga ketika anak2nya yang masih balita malah lebih fasih menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa ibunya.

    • Ya itulah kenyataan yang terjadi sekarang ini pak. Namun, harapan saya semoga masih ada banyak orang-orang seperti Bapak, yang senantiasa menghargai bahasa Jawa sbagai bahasa dalam interaksi sehari-hari. 😀

  14. Iya sangat memprihatinkan ya, upaya untuk melestarikannya juga masih kurang ….

    • Se Nggaknya mungkin bisa Dimulai dari kita dulu tuk melestarikannya.

  15. kekayaan tata bahasa menunjukkan juga keragaman budaya bangsa…semua mesti dilestarikan, dimulai dari lingkungan keluarga, untuk selalu membiasakan melaksanakan adat tradisi, cara berbahasa yang baik dan benar. 🙂

    • Yaps….,Betul banget tu Bli,

      BTW,Bagaimana dengan masyarakat bali sendiri Bli, Kayaknya masyarakat Bali lebih bisa melestarikan adat istiadat / Budaya daripada masyarakat Jawa.🙂

  16. jika kebudayaan2 lokal ini bisa dikelola dengan baik dan profesional, pasti generasi muda kita tidak berpaling pada hal2 yg berbau barat.

    • Ya disitulah Hal terberatnya Brow, jangankan untuk mengelola dengan baik dan Profesional. hanya sekedar peduli dan menghargai za susahnya minta ampun, …., 😦

  17. mari lestarikan budaya Jawa!!!🙂
    adat di daerah saya masih terjaga dengan baik, walaupun sudah “agak sedikit” disesuaikan dengan peradaban sekarang🙂

    • Tak Dapat kita pungkiri juga, adat istiadat / budaya pun takkan pernah luput dari proses akulturasi zaman. namun, se Nggaknya semoga itu semua tak merubahnya signifikan.😀

  18. lestarikan budaya ngapakers…🙂
    Alhamdulillah, meskipun skarang domisili di jakarta, bahasa jawa msih dipake dlam interaksi sehari-hari, bahkan orang2 betawi jadi pengen belajar dengan bertanya sama aku…

    • Wah……,Siip banget tuh bang, ini dia baru yang namanya bener2 melestarikan Budaya yang sebenernya. 🙂

  19. assalamu ‘alaikum..
    wah postingan yang menggugah Mas..
    kebanyakan dari kita akan merasa kehilangan budayanya ketika sudah di claim oleh negara lain..
    giman mau lestari generasi mudanya suka dengan 3F yaitu:
    1. fun
    2. faysyen
    3. food
    budaya konsumerisme yang berlebih membuat negara kita sebagai negara konsumtor.

    • Wa’alaikumussalam……,

      bener banget tuh bang, Thanks tuk tambahan infonya yach. semoga itu bisa menjadi bahan Intropeksi kita semua. 🙂

  20. yuk pelihara budaya yg baik
    tradisi leluhur yang baik🙂

  21. halo mas jumpa lagi.

    em ngomong-ngomogn tentang rumah. Mungkin karena tanah yang mulai menipis mas, jadi orang-orang lebih suka bangunan yang simple. Kalau joglo kan harus memerlukan tempat yang cukup luas hhe Itu pendapatku saja mas

    • bener banget pendapat Cahya, tapi kenyataanya kayaknya gak semua yang beralasan kayak gitu. kalo mungkin di perkotaan sih It’s OK, tapi kenyataannya sekarang ini di Desa yang notabene tempatnya masih sangat luas za sudah berlaku hukum kayak gitu. 🙂

  22. Yang paling memprihatinkan ya masalah bahasa daerah yg terancam punah tersebut.

    • Asal kita segera tanggap dan menyadari akan hal itu,dengan senantiasa menghargai dan melestarikan budaya lokal tersebut, pastinya kepunahan bahasa lokal itu takkan terjadi bang,

  23. wah ngeri dah kalo sampe lenyap. dan tau2 diakui sama malaysia..
    huhu >.<

    • Semoga hal semacam itu takkan terjadi lagi ditahun2 kedepan… 🙂

  24. budayayg belum pernah hilang dari indonesia.. korupsi..:)

    • kalo yang itu mah, jangan deh kalo dilestarikan. dimusnahkan za harusnya, 😀

  25. bener banget, di tempat saya saja banyak anak2 kecil tak tau basa daerahnya, mereka terbiasa dengan basa Indonesia terus, padahal bahasa daerah jg perlu, apalagi budayanya..

    • lah……,itu dia contohnya,😆 sebenernya jangan sepenuhnya menyalahkan anaknya juga bang,Ortu nya juga perlu intropeksi juga tuh…,

  26. jujur saya pribadi bingung sama permasalahan budaya negeri sendiri ini mas😦

    • apa yang dibingungin ???

  27. Itu adalah bukti bahwa Bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang latah akan hal-hal yang bersifat pragmatis dan kekinian. Lihat saja generasi terbaru kita lebih senang menggunakan bahasa “alay” yang katanya lebih gaul. Jangankan bahasa daerah, bahasa Indonesiapun lambat laun akan kehilangan kemurniannya karena sangat jarang orang yang berbahasa Indonesia yang baik dan benar. “Gaul” lebih diagungkan sekarang ini daripada kearifan lokal warisan budaya bangsa kita.

    Dalam konteks ini, saya salut dengan orang malaysia yg masih memelihara gaya berbahasa mereka yang meskipun di telinga orang Indonesia terdengar “lucu”. Dan saya malah agak heran dengan bangsa Indonesia yang “marah” ketika budaya mereka di klaim oleh bangsa lain padahal aslinya mereka kurang peduli dengan budaya sendiri.

    Jadi mulai saat ini, kita harus tetap menjaga kearifan dan budaya bangsa kita jika kita tidak mau marah-marah ketika bangsa lain mengkalim warisan budaya kita.

    • memang bukan hal yang bijak kalo kita menyalurkan kemarahan dengan secara anarkhis kepada tetangga kita yang main klaim budaya milik kita. alngkah lebih baiknya jika kita juga mengintropeksi lebih dalam lagi kedalam jiwa kita, aknkah selama ini kita sudah menghargai dan melestarikan budaya kita ???

      Thanks tuk tambahan nya Mas, 😀

  28. kalau bahasa jawa ga akan punah kan bro? kalau punah ntar aku dirumah ngomongnya pake bahasa apa lagi?…hehehe..

    • mungkin bahasa isyarat bisa dijadikan referensi brow, 😆

  29. kalo menurut saya sih, yg penting budaya itu tidak bertentangan dg agama.

  30. Ntar bakal rame lagi kang kalo udah di klaim ma negara laen :p

    • ya kurang lebihnya ya kayak kemaren2 ah bang. Demo,buat macet dijalan, bakar2, lempar2, ….., hehe, 😀

  31. trimakasih mas. Iya kok jadi kayak gitu ya?apa pada demen sama orang-orang bule?haha, westernisasi he pengen maju kayaknya mas hahaha

    • Semoga ditempatnya cahya, tidak terjadi hal yang seperti demikian, 😀

  32. saya rasa ini kurangnya perhatian para pemuda indonesia mas… Jiwa para pemuda sekarang (mungkin termasuk saya juga) sudah sedikit tidak ingin mengenal kebudayan asli Tanah air….

    • kebanyakan dari para pemuda saat ini tidak mengenal dan menghargai kebudayaan nya sendiri tidak lain karena disebabkan dianggap katrok dan kuper jika menggunakan budayanya/bahasa lokal.

  33. sungguh sangat Ironis.
    ktika kita diberi amanah untuk menjaga dan melestarikan budaya, kita seolah tak peduli.
    giliran suatu bangsa/ negara mencoba merawat dan melestarikannya hingga mengklaim itu milik mereka, baru ngeh dan kebakaran jenggot

    • daripada marah yang gak jelas, mari kita intropeksi diri kita dulu yuk….., 🙂

  34. Budaya daerah mulai luntur, malah mulai budaya baru..
    budaya korupsi, budaya anarkis dan budaya hedonis, ckckkckc

    semoga kita semua dapat memulai mencintai budaya daerah mulai dari hal sepele dan hal2 kecil di sekitar kita..🙂

    trims kembali nginetin huda

    • Lah, kalo budaya yang kayk bgituan mah membuat negara kita makin hancur za😦 daripa dilestarikan mending dimusnahkan za ya Mbak.😀

      Siap laksanakan !!!!

      Masama mbak, :mrgreen:

  35. betul2, sekarang anak muda udah ga begitu menganggap budaya lokal itu penting. liat aja jakarta, dan kota besar lainnya. kan dah jarang ada budaya tradisional yang dijalankan lagi(udah sedikit)

    • mungkin itu hanyalah sedikit bukti yang dapat kita lihat dan ketahui. jangankan diperkotaan brow ditempatku za yang notabene nya pedesaan za udah mulai terkena syndrom kayak gitu kok, alias malu dan gengsi melestarikan budayanya sendiri.

  36. nah kita ndiri lebih senang nonton tv daripada nonton ludruk he he he

    • lah gimana mau nonton ludruk bang, lah orang sekrang tu lebih suka ngadain pagelaran Band atopun dangsutan daripada pagelaran ludruk atopun ketoprak…, he……., :mrgreen:

  37. sebagai orang jawa saya juga prihatin, tapi mungkin inilah identitas kita yang sesungguhnya: mudah berubah.

    • kalo identitas kayak gitu mah mending jangan dilestarikan za brow….., 😀

  38. saya meski kan dari suku jawa but suka aza lihat tradisinjya……..menarik
    salam hangat dari blue
    add fb aku dong bang

    • Meskipun bukan orang jawa yang penting mari kita ikut mencintai dan melestarikan kebudayaan indonesia, 😀

  39. Saya pun terkadang malu, setiap berbicara dengan bahasa jawa halus masih menemui kesulitan. Harus belajar lebih banyak lagi.

    • saya juga masih selalu belajar dan memperdalam bahasa jawa bang, terutama yang kromo inggil. 🙂

  40. kadang yg milih bahasa indonesia drpd bahasa jawa krn kromo sama kromo inggilnya amburadul 😀

    • Mari kita belajar bahasa jawa yuk….., 😀

  41. Yup …… setubuh😉

  42. Mulai sekarang kita harus jaga budaya kita.😀

    • MUlai saat ini dan detik ini !!!! 🙂

  43. saya suka bicara pake bahasa jawa lo, meski agak ‘nggratul-nggratul’

    hehehehehehehe,. daripada gak sama sekali

    iya kan!

    • tul,betul,betul……, :mrgreen:

  44. malem😀

    • Ni udah siang e bang…, ckckckckckckck…, :mrgreen:

  45. perlu kita syukuri karna kita mempunyai bermacam-macam budaya dan seni

    • yaps….,betul banget,🙂

  46. tidak semua budaya baik untuk dipertahankan, terkadang ada budaya yang sebaiknya dihilangkan jika memang budaya tersebut melanggar suatu etika mau pun hukum agama….

    tapi, postingannya tetap keren lho😀

    • Yaps…., SETUJU !!!!!!!!!!!! 😀

  47. iya mas begitu juga dengan bahasa sunda..anak2 sunda lebih enak pake bahsa gaol..paahal ketahuan dialeknya sunda..suka kesel karena sok sokan xixi

    • Lucu juga ngebayanginnya kayak gimana jadinya mas, hhe…, 🙂

  48. saya sendiri orang jawa tapi masih cinta sama budaya jawa ko🙂

    • Semoga masih banyak orng yang seperti dirimu Brow…, 😀

  49. kita harus bangga, dan harus menjaga budaya indonesia🙂

  50. loh ga kebalik apa tuh bang… coba cek deh disini http://marthaandival.wordpress.com/2010/12/09/antara-aceh-dan-yogya/

    salam kenal ya

    • Salam kenal juga bang,
      definisi jawa maksud saya disini kan bukan hanya sekedar ruang lingkup di yogya saja melainkan secara keseluruhan. dan percaya gak percaya tapi itulah kenyataanya kayak gitu bang,🙂

  51. yuk kita sama2 lestarikan budaya kita…

    • Yuuk………., 😀

  52. jika ttg mempertahankan budaya daerah..waah saya belum bisa melaksanakannya Mas..
    saya dan suami berbeda suku..sejak awal karena perbedaan bahasa
    kami biasa menggunakan Bahasa Indonesia
    jadi anak-anak kami akhirnya sedikit sekali mengetahui bahasa daerah baik itu dari daerah saya atau dari daerah suami

    Salam .. kunjungan balasan
    blog anda indah sekali
    rapi dan teratur🙂

    • Seandainya anda sekeluarga mengajari adat budaya masing2 suku yang ada dirumah mungkin malah lebih bagus kali ya 🙂 jadi anak2 bisa tahu dua sisi suku sekaligus, 😀

      Terimakasih tuk kunjungannya.

  53. Iya btul bgt mas Huda, kita dah banyak melupakan budaya kita sendiri.. Kita baru akan marah kalau ternyata sebagian budaya kita ada yg ‘maling’. Padahal sedikit di antara kita yg mengagumi budaya Indonesia yg aneka ragam..

    • ya itulah diri kita Brow, yuk…mari kita lestarikan budaya kebanggan kita. 🙂

  54. jika di Pemalang kebudayaan Jawa masih ada mas, cuma kalau krama alus dan kakak2nya udah jarang

    • Yach……,kayaknya gak jauh beda dengan yang ada disini Brow. 🙂

  55. Sedih juga…., melihat penerus bangsa tidak mengenal bahasa daerah sendiri….,

    contoh orang jawa.., lebih suka memakai bahasa formal…,
    sehingga rasa hormat ke yang lebih tua kurang….,

  56. wah, yang komen banyak. si empunya blog masih baca komen saya ga ya?
    rupanya masalah kebudayaan jawa yang mulai hilang bukan hanya terlihat dari asalnya saja. melainkan sampai di daerah rantauan disini. dulu biasa ada pagelaran budaya jawa seperti tarian gitu. hanya saya ga tau darimana asalnya. jenis bangunan jawa masih ada terlihat, namun sekarang baik pagelaran tarian ato jenis khas udah mulai hilang tidak kelihatan lagi. mungkin generasi sebelumnya uda tua, ditambah anak2 sekarang yang seperti gengsi untuk memperdalam hal-hal yang berbau kebudayaan

    • He’em Bang, bukan hanya di tempat asalnya saja yang mulai ditinggalkan Budayanya. Namun ,karena ketidak pedulian para generasi penerus inilah yang membuat budaya2 kita makin lama makin hilang, 😦

  57. klo saya, cuman bisa tetap mengajarkan bahawa jawa (ngoko, krama) ke anak saya yng masih 2,5 tahun.. meskipun saya tinggal di jakarta n kata orang 2 bahasa malah bikin anak bingung…

    _*Backpacker ala Imam Bukhari*_ di http://maknasahabat.wordpress.com

    • yaps…..,harus ada yang kayak gitu brow, agar budaya warisan nenek moyang kita takkan pernah hilang. 🙂

  58. aku minder loh kalo liat temen-temenku ngomong jawa, aku nggak bisa meskipun aku org jawa. bisanya cuma blg “nggeh”, “dalem”.. hahaha
    makanya aku sampe skrg saluut banget sama mereka yg seumuran aku tapi fasih bahasa krama inggil..
    tapi budaya nggak cuma dari bahasa bukan? se-enggaknya aku masih rajin pake batik tiap jumat kalo brangkat kuliah, dan bahkan aku mulai belajar pake bahasa krama kalo sama yg lebih tua.. hmmm..

    • Alhamdulilah….,meskipun minim akan pengetahuan bahasa jawa, tapi seNggaknya mau berusaha memperbaiki dan belajar bahasa jawa tu lebih baik daripada tidak bisa & tidak menghargai sama sekali. 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: