Oleh: hudaesce | 17/09/2010

Memaknai sebuah tafsir

Kita semua tentu sudah paham,fenomena kehidupan manusia diwarnai oleh arti ataupun tafsir yang beraneka warna.Termasuk dalam Menafsirkan Undang-undang pun demikian.Mungkin kita masih ingat  beberapa tahun yang lalu, Kalau tidak salah sekitar pertengahan tahun 2007.ketika itu terjadi “perseteruan sengit “antara DPR yang menyebut dirinya wakil rakyat yang terhormat,dengan Presiden Republik Indonesia yang dipilih langsung oleh Rakyat,juga akibat perbedaan tafsir terhadap ketentuan Undang-undang. Anggota legislatif waktu itu bersikukuh bahwa Presiden wajib hadir dalam sidang interpelasi. Tapi, Presiden bergeming karena menurut hemat beliau para menteri bisa hadir untuk mewakili.

Tidak hanya itu,bahkan kitab suci pun amat terbuka dengan penafsiran tersebut. Sebagai contoh pelaku bom bunuh diri menafsirkan tindakannya sesuai dengan perintah agamanya. Sedangkan salah seorang Ustadz mengatakannya bahwa membunuh orang yang tidak berdosa itu melanggra perintah agama.

Perkara Tafsir-menafsir memang menarik untuk dibicarakan. Terkisah ada seorang kakek-kakek yang menyeduh teh panas di cangkir, dan menambahkan beberapa butir pil. Dia ditanya oleh temannya: “apa itu,Tropicana slim ya?” sambil tersipu-sipu kakek itupun menjawab :”Bukan,ini obat turun panas,biar teh nya cepat dingin.”

Oh ya,tentang nama di Indonesia banyak nama-nama dengan arti yang Indah seperti Nur alias cahaya,Firdaus alias Surga, Lintang alias bintang. Sedangkan beberapa waktu lalu aku pernah membaca sebuah media cetak Nasional bahwasanya nama yang paling populer di Amerika serikat dewasa ini adalah Neaveh. Lo,apa itu artinya ? coba kalau dibalik kan jadi Heaven,yang artinya juga surga.jangan-jangan nanti malah ditiru di Tanah air kita, nama yang paling Top adalah Agrus, yang kalau dibalik berarti Surga.

Namun, seperti kata pepatah : Rambut sama hitam,tapi pendapat berbeda-beda. atau kalau orang jawa bilang ” we agree to disagree”. kita sepakat untuk tidak sepakat. Imam syafi’i pun pernah berkata ” men cocokkan segala perbedaan yang ada dalam diri setiap manusia yang ada di dunia ini adalah hal yang tidak akan pernah kamu capai”, Bukankah dalam agama juga dijelaskan bahwa perbedaan atau tafsir adalah Rahmat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: