Oleh: hudaesce | 18/09/2010

Menantang badai

Lambang Pecinta Alam Indonesia ReKSAPALA

Sebelum cerita ini aku mulai aku akan sedikit bercerita dulu mengenai diriku. Aku ini, selain terlahir senagai anak kampung aku juga suka sekali kegiatan di alam bebas. Sebut saja kegiatan semisal pendakian,muncak,camping dan lain sebagainya. Mungkin karena Hobi ku yang seperti itu aku kemudian masuk menjadi anggota suatu Perkumpulan Pecinta alam Indonesia dengan nama ReKSAPALA. dan sampai saat ini aku masih eksis di Organisasi ini,bahkan tercatat sebagai salah satu Anggota Pengurus Besar nya.

Suatu ketika satu tahun yang lalu, saat itu kebetulan Pecinta alam kami mengadakan kegiatan tahunan yaitu Ekspedisi alam bebas yang memang sudah menjadi program kerja Tahunan kami. yang biasa kami kemas dengan kegiatan semisal pendakian,Diskusi alam,survival dan lain sebagainya.dan untuk kegiatan ini sengaja kami mengambil lokasi di puncak argo jembangan ( pegunungan muria ) selain banyak anggota yang belum pernah kesana juga menurut info yang kami terima kawasan hutan disitu terbilang masih alami dan asri selain itu juga katanya dikawasan hutan itulah mayoritas habitat hewan yang ada di pegunungan Muria berkumpul.oleh karena alasan itulah yang membuat kami semakin ter motivasi untuk melakukan kegiatan Ekspedisi dikawasan itu.setelah segala sesuatu planing yang kami rancang sudah cukup maka tinggal menunggu hari H untuk pemberangkatan kegiatan.namun,dilain sisi ada satu hal yang masih mengganjal dalam hati. Ternyata usut punya usut permasalahannya adalah diantara semua anggota Pecinta alam kami belum ada yang pernah kesana atau sekedar mengenal kawasan tersebut. Oleh karena itu,maka diputuskanlah dari panitia untuk membuat Tim yang nantinya ditugaskan untuk men Survei Lokasi kawasan hutan tersebut. Hal ini sengaja kami lakukan untuk berjaga-jaga,dan mengurangi hal buruk yang mungkin terjadi ketika kegiatan berlangsung. Karena biasanya kegiatan yang kami lakukan lebih banyak di dominasi oleh pecinta alam pemula atau calon anggota baru Pecinta alam ReKSAPALA.

Setelah segala sesuatu persiapan dan perlengkapan yang kami butuhkan cukup,maka tepat pukul 07.00 WIB, kami dari tim survei yang hanya berjumlah 4 orang dengan menenteng Ransel dipundak dengan penuh keyakinan berangkat menuju Puncak argo jembangan dengan mengendarai 2 sepeda motor.setelah perjalanan yang kami tempuh sekitar hampir 1 jam lebih itu,kamipun akhirnya sudah sampai di pos pendakian awal setelah berkali-kali bertanya sana-sini.

Di mulai dari sinilah cerita yang sebenarnya akan dimulai, di pos pendakian awal ini lah kami mengisi perbekalan untuk dua hari kedepan.mulai dari mengisi air minum sampai membeli beberapa mie instan. Setelah itu kamipun langsung berangkat menuju puncak Argo jembangan, dari awal berangkat sampai sekitar 1 jam perjalanan kami tidak ada kendala yang berarti.namun setelah itu,tiba-tiba hujan turun lebat dan tanpa pikir panjang kami pun langsung mengeluarkan jas hujan yang memang udah di persiapkan dari rumah,setelah itu kamipun melanjutkan lagi perjalanan.setelah cukup jauh berjalan masuk kedalam hutan,kamipun dibuat kebingungan karena sebentar kami berjalan banyak pertigaan yang harus kami lewati. dan yang menjadi pertanyaan besar kami waktu itu adalah jalan yang mana yang harus kami tempuh untuk sampai ke puncak argo jembangan. Untuk beberapa pertigaan, keberuntungan masih menghingggapi kami karena kebetulan setiap kami berhenti sejenak ternyata masih ada orang kampung yang kebetulan lewat disitu,yang keliahatanya dia baru saja pulang dari kebunnya,Kesempatan itulah yang tidak sia-sia kan untuk bertanya kemana jalan yang seharusnya tempuh.

Perjalanan pun kami mulai kembali      dengan menempuh medan perjalanan yang   semakin terjal dan mendaki. Mungkin    akibat hujan yang saat itu yang sangat  deras sekali jadi perjalanan yang kami lalui  kali ini terasa sangat berat ditambah lagi      kondisi tubuh yang semakin tak menentu    akibat hembusan angin yang sangat  kencang dari berbagai arah. Bahkan salah  satu dari teman kami menggigil kedinginan  akibat dari keadan yang sangat buruk saat    itu. Maka, kami pun memutuskan untuk  istirahat dan menghentikan perjalanan  sesaat karena mempertimbangkan kondisi  teman kami yang sangat labil dan ditambah  lagi dengan keadaan medan yang kami tempuh tidak memungkinkan dengan kondisi yang semacam itu. Karena medan perjalanan yang kami tempuh sangat terjal,mendaki ditambah jalan yang kami tempuh hanya berlebar  sekitar 50 cm, dengan kanan –  kirinya sebuah jurang yang dalam yang siap menghadang setiap saat ditambah lagi dengan kondisi medan yang sngat licin akibat guyuran hujan. Maka, kami pun memutuskan untuk berhenti  sejenak dan berteduh sambil menunggu keadaan teman yang membaik serta Hujan mereda.

Setelah beberapa saat kami menunggu akhirnya hujan pun telah reda, dan melihat kondisi teman kami yang semakin membaik maka perjalanan pun kami lanjutkan kembali. dan untuk beberapa kali kami pun sempat menjumpai beberapa bunatang unik penghuni kawasan itu, mulai dari beberapa ekor kera serta beraneka warna jenis burung. Namun, setelah jauh kami memasuki belantara hutan pegunungan Muria tersebut kecemasan pun mulai menghinggapi kami kembali setelah kami mendapati pertigaan jalan yang ternyata setelah kami menunggu beberapa lama tak ada satupun dari orang desa yang lewat yang biasanya kami manfaatkan untuk bertanya mengeni jalan mana yang harus kami tempuh. Akhirnya kami pun mencoba dengan cara menggunakan Teknik Survival membaca medan atau jejak yang miliki, namun hasilnya tak begitu memuaskan mungkin karena akibat medan perjalanan yang habis terguyur hujan deras jadi hasilnya pun kurang begitu memuaskan. Karena takut jalan yang kami tempuh nantinya salah dan berakibat fatal bagi kami, maka kami pun berdiskusi mencari solusi yang terbaik untuk pemecahan masalah tersebut. Tanpa kami sadari di sela-sela Diskusi kami, ada seorang kakek tua  yang berjalan dengan tongkat dengan pakaian adat jawa  yang terlihat berjalan menuju ke arah kami. dengan sedikit kaget aku pun menyapanya dan bertanya ” nuwun sewu mbah, nyuwon pirso sekedhap. radosan seng saghet dugi ngantos argo jembangan niku medal seng sebelah pundi nggeh ?” (Permisi kek,numpang tanya sebentar. jalan yang menuju ke arah puncak argo jembangan itu yang mana ?”) denagnpenuh keyakinan sang kakek itupun menjawab “metu dalan seng iki lo nang, mengko yo tekan kono”.( lewat jalan ini lo nak,nanti pasti sampai sana).

Setelah permisi dan mengucapkan terimakasih kepada kakek  tersebut,kami pun melanjutkan perjalanan dengan hati yang  lega karena berkat bertemu dengan kakek tersebut  akhirnya  kami pun terbebas dari ancaman tersesat di hutan akibat  dari dari kesalahan jalan yang mungkin akan kami tempuh.  Hanya sekitar lima langkah kami berjalan aku sempat  menolehkan kepala ku kebelakang untuk sekedar melihat  kakek yang baru saja aku temui tersebut. Tapi, aku malah menjadi terheran-heran karena melihat kenyataan yang ada bahwa ternyata kakek tersebut sudah tidak ada alias menghilang begitu saja. Meskipun Misteri hilangnya kakek yang secara tiba-tiba tersebut begitu menggelayut di kepala ku namun aku tidak serta-merta menceritakan hal ini kepada teman-teman yang lain, karena jika aku ceritakan hal ini kepada mereka takutnya mereka nanti malah menjadi ketakutan dan berdampak tidak baik pada kegiatan ini maka aku putuskan untuk tidak menceritakan hal ini kepeda mereka………..,Ups,Sorry ya…,terpaksa postingan ini saya akhiri disini dulu.Tapi, Don’t worry tunggu postingan menantang badai 2 berikutnya,key.


Responses

  1. Okey boss……Tetap semangat.

    • Yups…..,Thanks udah berkunjung & koment di blog yang sederhana ini.

  2. (Maaf) izin mengamankan KEDUAX dulu. Boleh, kan?!
    Lha, yang pakai blangkon dan lewat terus ngasih tahu rutenya pada waktu itu kan saya.
    hehehehehe

    • Okelh kalo begitu, kapan-kapan kalo aku mau tersesat muncul lagi ya………….,hhe

  3. mantap mas…..salut deh….:D

    • Thanks mas Brow……..,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 904 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: